Setelah 20 Tahun Akhirnya Zimbabwe Mulai Bayar Utang, Pernah Inflasi Hingga 348%

 JAKARTA – Selama 20 tahun tidak bisa membayar utang, pemerintah Zimbabwe akhirnya mulai bayar utang dari 17 negara kreditur utamanya yang disebut Klub Paris.

Dikutip dari Instagram resmi @bigalpha, Zimbabwe juga mulai mencicil utangnya dari kreditur multilateral, antara lain Bank Dunia, Bank Pembangunan Afrika, dan Bank Investasi Eropa.

Selain itu Zimbabwe juga memiliki utang dari kreditur asing sebesar USD11 miliar atau setara Rp155,6 triliun (kurs Rp14.150). dan sekitar 59% dari jumlah utang tersebut adalah tunggakan pembayaran.

Tercatat Zimbabwe pernah mengalami hiperinflasi yang sangat parah di 2008 dan pada tahun 2017 terjadi inflasi lagi hingga 348%.

Akibat dari inflasi tersebut Bank Sentral Zimbabwe pernah mengeluarkan uang pecahan 100 triliun Dolar Zimbabwe dan menjadikan uang bernilai terendah di dunia.

Mata uang tersebut diredenominasi sebanyak tiga kali di tahun 2006, 2008, dan 2009. Redenominasi terakhir menghasilkan dolar keempat (ZWL) dengan nilai 1 ZWL setara dengan 100 triliun dolar yang pertama.

Pada 20 tahun yang lalu di era Robert Mugabe, negara ini gagal membayar utang. Bukan hanya itu Mugabe dianggap menghalangi pemilu dan melakukan pelanggaran HAM.

Namun setelah kudeta di tahun 2017, Presiden Emmerson Mnangagwa mengambil alih dan memperbarui hubungan Zimbabwe dengan Eropa dan Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Zimbabwe Mthuli Ncube, berkeinginan menjadikan negaranya sebagai kelas menengah dunia. Demi tercapainya keinginan tersebut Mthuli Ncube segera membayar utang untuk menarik investor asing dan memperbaiki citra negaranya.

Dan hal tersebut membuahkan hasil, inflasi Zimbabwe pada Juni 2021 berada diangka 106%, kemudian turun menjadi 56% pada bulan Juli 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sumber Kekayaan Rudy Salim, Pemilik Showroom Supercar yang Hanya Lulusan SMA

Heboh Hp Termurah Sejagat, Harganya Cuma 19 Ribu!

Raja Minyak Goreng di Indonesia